Manokwari, Kanaltimur.id – Dalam obrolan santai yang berlangsung Sabtu, 15 November 2025, Rusman Kelkusa, mantan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu perguruan tinggi di Papua Barat, menyampaikan pandangannya tentang peran strategis seorang Presiden Mahasiswa (Presma) dalam memajukan kehidupan kampus.
Rusman menegaskan bahwa seorang Presma bukan sekadar pemimpin organisasi, tetapi juga penjaga ruang tumbuh bagi mahasiswa di luar ranah akademik. Melalui kepemimpinan yang visioner, kata dia, BEM seharusnya menjadi wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, kewirausahaan, hingga kemampuan berorganisasi.
Ia mengurai sejumlah program yang selayaknya menjadi prioritas BEM antara lain seminar, pelatihan kepemimpinan, workshop kewirausahaan, serta kegiatan penguatan soft skills. Program-program ini, menurutnya, bukan hanya memperkaya pengalaman mahasiswa tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi dunia profesional yang menuntut kreativitas dan ketangguhan.
Selain itu, Rusman menyoroti pentingnya Presma dalam menciptakan kehidupan kampus yang dinamis dan inklusif. Kampus, sebutnya, harus menjadi tempat dimana keberagaman dihargai, interaksi sosial terbangun, dan kebudayaan lokal diberi ruang.
Ia mencontohkan kampus-kampus seperti UNCRI dan UNIPA yang terletak di Papua Barat, di mana program-program yang mengangkat keberagaman budaya Papua dan penghormatan terhadap identitas lokal seharusnya menjadi agenda wajib BEM.
“Pemimpin mahasiswa harus bisa merawat kebinekaan kampus, mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai suku, agama, dan daerah,” ujarnya.
Rusman menutup pandangannya dengan harapan agar generasi Presma berikutnya mampu menjadi motor penggerak perubahan positif, baik melalui kreativitas, kegiatan sosial, maupun program budaya yang mempersatukan.
Kisah ini menegaskan bahwa dinamika kampus bukan sekadar soal kuliah dan nilai, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa ditempa menjadi pemimpin masa depan melalui ruang organisasi yang sehat dan inklusif. (rls)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!

