Home » Jelang Hari HAM dan Nataru, Tokoh Pemuda Serui Ajak Warga Manokwari Jaga Kedamaian

Jelang Hari HAM dan Nataru, Tokoh Pemuda Serui Ajak Warga Manokwari Jaga Kedamaian

by admin
iklan natal
Tokoh Pemuda Serui di Manokwari, Anthon Worabai

Manokwari,  Kanaltimur.id – Menyambut peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional pada 10 Desember serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Tokoh Pemuda Serui di Manokwari, Anthon Worabai, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Ia mengingatkan bahwa bulan Desember bukan sekadar penanda akhir tahun, tetapi juga momen religius dan universal yang selayaknya diisi dengan kegiatan positif dan penuh damai. Seruannya terutama ditujukan kepada organisasi kepemudaan agar mengambil peran aktif dalam menjaga stabilitas wilayah.

Worabai menjelaskan kepada wartawan di Manokwari, Minggu (7/12/2025), bahwa peringatan Hari HAM harus dimaknai sebagai peluang untuk mempererat persaudaraan antarwarga dan menghargai martabat manusia. Menurutnya, masyarakat tidak boleh terjebak dalam provokasi atau ajakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas.

“Kita harus tunjukkan bahwa masyarakat adat Manokwari adalah masyarakat yang menjunjung peradaban dan pendidikan di Tanah Papua. Jangan biarkan ada pihak yang memanfaatkan momen Hari HAM dan Natal untuk memecah belah persaudaraan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Desember adalah bulan suci bagi umat Kristiani, sehingga kondisi sosial wajib dijaga tetap kondusif, aman, dan damai sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan kelahiran Yesus Kristus.

Lebih lanjut, Worabai menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh warga. Ia mengajak tokoh pemuda, tokoh adat, dan seluruh masyarakat di berbagai distrik menjaga suasana tetap harmonis.

“Keamanan bukan hanya tugas aparat. Ini tanggung jawab kita semua sebagai anak negeri,” ujarnya.

Worabai berharap Manokwari dapat terus menjadi contoh kerukunan umat beragama dan persaudaraan di Tanah Papua. Ia menutup imbauannya dengan mengingatkan bahwa daerah ini telah mencatat sejarah panjang sebagai tanah yang menjunjung persaudaraan dan perdamaian.[red]

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!

You may also like

Leave a Comment

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.