Home » Skrining Riwayat Kesehatan Jadi Langkah Awal Jaga Kesehatan Peserta JKN

Skrining Riwayat Kesehatan Jadi Langkah Awal Jaga Kesehatan Peserta JKN

by admin2
iklan natal

Manokwari, Kanaltimur.id – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus mendapatkan respons positif dari masyarakat. Melalui kepesertaan JKN, masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang memberikan kepastian akses terhadap pelayanan medis, sekaligus perlindungan dari risiko penyakit dan beban biaya pengobatan.

Tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, BPJS Kesehatan juga mengedepankan upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program skrining riwayat kesehatan yang bertujuan untuk membantu peserta mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat dan cepat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, dr. Dwi Sulistyono Yudo, menegaskan bahwa skrining riwayat kesehatan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mendeteksi potensi risiko penyakit pada peserta JKN. Menurutnya, deteksi dini melalui skrining mampu mencegah berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih serius.

“Skrining riwayat kesehatan dilaksanakan secara rutin maksimal satu kali dalam setahun. Peserta yang telah mengikuti skrining pada tahun berjalan dapat kembali melaksanakannya pada tahun berikutnya. Layanan ini dapat diakses secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN, laman skrining resmi BPJS Kesehatan, maupun layanan Pandawa,” ucap Dwi.

Ia menambahkan, skrining dilakukan dengan menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi kesehatan pribadi, kebiasaan hidup, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Melalui skrining yang dilakukan secara berkala, peserta diharapkan lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

“Melalui skrining riwayat kesehatan, terdapat 14 jenis penyakit yang dapat dideteksi, di antaranya diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, thalassemia, kanker payudara, kanker serviks, kanker usus, kanker paru, tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronis, hepatitis B dan C, serta anemia. Kami mengimbau seluruh peserta JKN untuk rutin melakukan skrining setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” ungkap Dwi.

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU), Novita Kabiai (28), turut membagikan pengalamannya mengikuti skrining riwayat kesehatan melalui laman skrining BPJS Kesehatan. Ia mengaku proses skrining sangat mudah diakses dan tidak memerlukan waktu lama.

“Dari hasil skrining tersebut, saya mendapatkan rekomendasi untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Hal ini membuat saya lebih termotivasi untuk menjaga kesehatan agar tetap optimal,” ujar Novita.

Ia menilai skrining riwayat kesehatan merupakan layanan yang sangat bermanfaat karena mendorong peserta JKN agar lebih peduli terhadap kondisi tubuh sejak dini. Melalui pemanfaatan skrining secara rutin, peserta dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya.

“Ayo rutin melakukan skrining riwayat kesehatan di awal tahun sebagai langkah awal untuk memantau kondisi kesehatan. Dengan mengetahui risiko sejak dini, kita bisa lebih siap menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sebelum menjadi lebih serius,” tutupnya.[red]

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!

You may also like

Leave a Comment

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.