Manokwari,kanaltimur.id — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Barat terus diperkuat melalui pendekatan dialog dan kemitraan. Wakapolda Papua Barat Brigadir Jenderal Polisi Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM., CRPP., bersama Direktur Intelkam Polda Papua Barat Kombes Pol. Sigit Hariyadi, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Papua Barat, Selasa (13/01/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Billy Cafe Manokwari sekitar pukul 14.00 WIT itu berjalan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dialog terbuka menjadi ruang untuk saling bertukar pandangan terkait peran strategis organisasi keagamaan dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi yang aman dan sejuk di tengah masyarakat.
Wakapolda Papua Barat menegaskan bahwa keterlibatan tokoh agama merupakan elemen penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Menurutnya, Polri membutuhkan dukungan moral dan sosial dari organisasi keagamaan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kedamaian di Papua Barat.
Senada dengan itu, Dir Intelkam Polda Papua Barat menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan elemen keagamaan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan. Komunikasi yang intens dan terbuka dinilai mampu mempercepat pertukaran informasi serta memperkuat deteksi awal terhadap dinamika sosial yang berkembang.
Ketua PWNU Provinsi Papua Barat menyambut positif silaturahmi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Polda Papua Barat yang terus membangun hubungan harmonis dengan organisasi keagamaan. PWNU, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Papua Barat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk memperkuat komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan dialog dinilai efektif dalam membangun kepercayaan publik serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Ia juga mengajak masyarakat Papua Barat untuk terus menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh isu provokatif, serta bersama-sama mendukung terciptanya daerah yang aman, damai, dan harmonis.
Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, silaturahmi semacam ini menjadi pengingat sederhana namun penting: keamanan bukan hanya urusan aparat, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.[red]
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!

